Apa bahan pembuat busa untuk aluminium?
Ada berbagai metode utamaaluminium berbusa, termasuk metode berbusa leleh, bubukLogammetode pembusaan geologi dan metode pembusaan sekunder.
Metode busa leleh adalah metode untuk menghasilkan struktur busa dalam aluminium cair. Proses spesifiknya adalah menambahkan zat peningkat viskositas, seperti silikon karbida atau alumina, ke dalam cairan aluminium cair untuk meningkatkan viskositas cairan aluminium dan mencegah gelembung naik dan menyatu terlalu cepat. Selanjutnya, zat pembusa, seperti titan,Di dalamum hidrida atau hidrogen zirkonium hidrida, ditambahkan ke aluminium cair, dan agen pembusa ini terurai pada suhu tinggi untuk menghasilkan gas yang menyebabkan aluminium cair mengembang dan berbusa. Dengan mengendalikan jumlah agen peniup yang ditambahkan, suhu penguraian dan viskositas cairan aluminium, ukuran dan distribusi gelembung gas dapat disesuaikan, yang pada gilirannya menghasilkanbusa aluminiumdengan struktur yang diinginkan. Setelah pendinginan dan pemadatan, bahan busa aluminium sel tertutup atau sel terbuka dibuat.
Metode pembusaan metalurgi serbuk adalah menyiapkan busa aluminium berdasarkan serbuk aluminium padat. Pertama, serbuk aluminium dicampur dengan bahan peniup dan ditekan di bawah tekanan tertentu untuk membuat blok prefabrikasi yang padat. Selanjutnya, blok prefabrikasi dimasukkan ke dalam tungku pemanas dan dipanaskan hingga mendekati titik leleh aluminium, pada saat itu bahan peniup mulai terurai, dan gas yang dihasilkan menyebabkan blok prefabrikasi mengembang hingga membentuk struktur berpori. Dengan menyesuaikan suhu pembusaan, waktu dan kepadatan blok prefabrikasi, porositas dan struktur poribusa aluminiumdapat dikontrol. Metode pembusaan metalurgi serbuk cocok untuk menyiapkan produk busa aluminium dengan bentuk kompleks dan persyaratan porositas tinggi.
Metode pembusaan sekunder menggabungkan keunggulan metode pembusaan leleh dan metode pembusaan metalurgi serbuk. Pertama-tama, agen peningkat viskositas dan agen pembusaan ditambahkan ke dalam lelehan aluminium, dicampur dengan baik, dan dituang ke dalam cetakan untuk pendinginan dan pemadatan cepat guna mendapatkan prekursor pembusaan. Ketika prekursor dipanaskan hingga suhu tertentu, agen pembusaan mulai terurai dan berbusa, dan akhirnya menghasilkan busa aluminium. Metode ini dapat mengendalikan struktur pori dan sifat busa aluminium dengan lebih baik melalui proses pembusaan dua langkah, dan cocok untuk menyiapkan busa berkinerja tinggi.busa aluminiumbahan.
Terdapat berbagai metode pembuatan busa aluminium, dan masing-masing metode memiliki karakteristik proses dan cakupan aplikasi yang unik. Dalam penerapan praktis, metode yang tepat dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi spesifik untuk persiapan busa aluminium.












