Pengantar tentang pra-perlakuan busa nikel
Busa nikeladalah bahan yang digunakan untuk membuat elektroda baterai, dan proses produksi nikel biasaBusabahannya adalah sebagai berikut: spons poliuretan pertama-tama dikonduktivitaskan, kemudian diendapkan secara elektro, dan akhirnya disinter.
Pada langkah-langkah di atas, perawatan konduktif umumnya meliputi:pelapisan kimia, pelapisan perekat konduktif, dan pelapisan vakumdalam tiga cara; elektrodeposisi dapat berupa pelapisan nikel sulfat atau sulfamat; proses sintering yang ada pertama-tama diselesaikan dengan pembakaran udara dari spons poliuretan, dan kemudian mereduksi dan menyinter spons di bawah atmosfer reduksi hidrogen dalam dua langkah, di mana udara yang terbakar dari spons poliuretan dioksidasi dan didekarbonisasi pada suhu 300 hingga 700°C. Proses sintering diselesaikan dengan pembakaran udara dari spons poliuretan, dan kemudian mereduksi dan menyinter spons poliuretan dalam atmosfer reduksi hidrogen; Perlakuan reduksi dilakukan di bawah atmosfer reduksi hidrogen pada suhu 800 hingga 1000°C selama 30-60 menit, dan atmosfer reduksi adalah gas dekomposisi amonia, dan jumlah gas dekomposisi yang dikonsumsi adalah 0,8-1,2 L/g (setiap gram nikel membutuhkan 0,8-1,2 liter gas dekomposisi amonia untuk dikonsumsi)

Metode pembuatan yang ditingkatkanbusa nikel, yang langkahnya meliputi konduktivisasi, elektrodeposisi, dan sintering spons poliuretan, yang dicirikan bahwa langkah sintering tersebut adalah melakukan pirolisis dan sintering busa poliuretan secara langsung dalam atmosfer reduksi setelah elektrodeposisi, di mana atmosfer reduksi adalah gas dekomposisi amonia, suhu reduksi adalah 400-1000° C., waktu reduksi adalah 30-60 menit, dan jumlah konsumsi gas dekomposisi adalah 0,4-0,8 L/g. (Setiap gram nikel perlu mengonsumsi 0,4-0,8 liter gas dekomposisi amonia.) Gas dekomposisi amonia adalah campuran nitrogen dan hidrogen, dan rasio volume nitrogen dan hidrogen adalah 1:3.
Mekanisme reaksinya adalah setelah elektrodeposisibusa nikelmengandung spons poliuretan langsung dalam atmosfer reduksi hidrogen pirolisis sintering, di mana aksi karbon dan hidrogen, menghasilkan CH4, C2H6 dan hidrokarbon gas lainnya, proses gasifikasi di atas cukup untuk menghilangkan grafit C dalam pembersih badan berpori.
Secara efektif mengatasi kekurangan yang ada pada teknologi busa nikel yang ada pada proses sintering, seperti mudah retak, melengkung akibat deformasi, hasil rendah, konsumsi energi tinggi, serta sifat mekanik busa nikel tidak stabil.











